Avatar

Mayang Safirak

@mayangsafirak

maystory✨
“Punya Tujuan”

Oh hi,

Aku mau langsung ke intinya aja.

Banyak banget yang ngiranya “enak ya cepet bngt sidangnya”.

Ya ga salah sih,

Tapi disini aku cuma mau ngasih tau kalau dibalik semua itu banyak banget yg dilewati selama prosesnya.

Jatuh bangunnya,

Stresnya,

Tekanannya,

Bebannya,

Dan semua muanya.

Berkali kali lipet.

•••

Semua butuh proses yang amat sangat panjang.

Dengan semua beban dan tekanan yang ada.

Efek terparah bikin lemes dan ga napsu ngapa ngapain.

Ngobrol sama orang aja bawaannya cape.

Cuma mau diem buat balikin energi lg setelah kekuras abis abisan.

•••

Tapi intinya, kuncinya cuma satu “punya tujuan”.

Ya kalau dibilang ngoyo,

ya ga ngoyo ngoyo banget.

Lebih ke jalanin tp tetep ada tujuan.

Untuk proses yang kali ini,

Sering banget beberapa kali melenceng dr tujuan awal.

Dan beberapa kali kalo udh melenceng, berusaha untuk balikin ke tujuan awal biar akhirnya sesuai tujuan.

Dan Allah maha baik, pada akhirnya tenyata semua sampai di tujuan awal yg ku buat.

Walaupun dengan semua rintangan yang harus dilewatin.

•••

Disini aku baru paham,

Bahwa selama ini apapun yang aku lakukan, aku selalu “punya tujuan”.

Kalau ditanya targetnya apa? Binggung mau jawab apa.

Pasti ujung ujungnya jawaban ku yaa “jalanin aja”.

“Jalanin aja” versi ku bukan berarti jalanin tanpa tujuan.

Dari awal, apapun keputusan yang ku lakukan adalah aku punya tujuan.

Kalaupun selama prosesnya beberapa kali melenceng,

Tp karna aku punya tujuan,

Aku akan berusaha meluruskannya kembali sesuai dengan tujuan awal ku.

•••

Target?

Ga semua hal yg aku lakuin pakai target.

Karna menurut ku dibeberapa hal “punya tujuan” disetiap keputusan yang ku buat sudah cukup membantu ku memahami apa yang akan aku lakukan kedepan.

•••

Punya target bagus,

Tapi gasemua hal yang dilakuin harus sesuai target.

Aku lebih nyaman melakukan sesuatu cukup dengan “punya tujuan”.

Dan di beberapa kesempatan jika memungkinkan baru aku akan pakai target.

Dengan begitu aku bisa sedikit flexible selama prosesnya.

Kalaupun selama proses ada yg tidak sesuai, maka aku bisa meluruskannya kembali ke “tujuan awal”.

•••

Jika pada akhirnya “tujuan” ku tidak sesuai dengan “tujuan” awal ku.

Tak apa.

Yang terpenting selama prosesnya aku sudah berusaha melakukan sesuai dengan tujuan awal ku.

•••

Jika ada istilah “hidup harus punya target”.

Menurut ku ini ga salah.

Tapi,

Untuk diriku pribadi,

Ada beberapa hal yang mengharuskan aku memiliki target.

Dan ada beberapa hal yang bisa ku lakukan hanya dengan “punya tujuan”.

•••

Hidup tidak selamanya untuk mengejar target.

Tapi hidup harus “punya tujuan” di setiap keputusan.

Target adalah bonus setelah “punya tujuan” dan yakin akan hal yang akan aku lakukan.

•••

Karna menurut ku,

Target bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan jika seseorang tidak bisa menyesuaikannya.

LULUS

Oh hi,

02-02-21

Tepat hari ini status di SIA ku LULUS.

Alhamdulillah.

Akhirnya tulisan pertama ku di tumblr ini mengenai lulus cepat vs exchange terbukti.

Yap, temanya ialah

“Kupas tuntas persepsi kontra”

•••

Semua pendapatku, aku tumpahkan di dalam tulisan tersebut berdasarkan logikaku dan apa yg ku alami.

Dan ya,

Semua terbukti.

Aku hanya ingin membuktikan kepada siapapun yang baca tulisan ini,

Jangan pernah takut untuk melakukan sesuatu hanya karna lingkungan tidak mendukung.

Cuma kamu yang paling tahu diri kamu sepenuhnya,

Dan jangan pernah terpengaruh dengan apa kata orang, cukup dengarkan dan jadikan bahan pertimbangan.

Keputusan tetap di tangan kita dan kita yang menentukan akan seperti apa kedepannya dan langkah apa yang kita ambil berikutnya.

•••

Setidaknya aku hanya ingin membuktikan pada orang orang bahwa persepsi mereka mengenai “exchange menghambat lulus cepat” tidak sepenuhnya benar ataupun salah.

Semua kembali pada diri masing masing.

Apa yang dijadikan sebagai prioritas dan tujuan.

•••

SIDANG

Selama sidang.

Alhamdulillah proses sidang ku lancar banget.

Dimulai pukul 8 lewat dan selesai sebelum pukul 9.

Kurang lebih hanya sekitar 1 jam saja.

Padahal sehari sebelumnya udah ketar ketir ketakutan.

Takut gabisa jawab.

Takut salah jawab.

Takut ga mateng karna persiapannya serba dadakan.

Dan takut pokoknya.

•••••

Tapi alhamdulillahnya aku punya keluarga yang selalu support aku.

Bahkan sehari sebelum aku sidang, orang tua ku selalu nenangin kayak “tenang aja mba, gausah takut” “bismillah” “kalo dredeg tarik napas dari idung trus keluarin pelan pelan dari mulut sambil istighfar”.

Serius ini nenangin banget,

Dari yang tadinya udh panik banget mau sidang.

Sampe akhirnya bisa sedikit lebih tenang dengan masukan masukan dari orang tua.

•••••

Pas hari h sidang.

Mamah ngechat buat ngingetin jangan lupa sarapan dulu. Dan bilang jangan lupa doa dan tarik napas trus ada kata kata “pasti bisa”.

Dan di detik detik terakhir sebelum jam 8 pagi, papah ngirimin vn baca ayat kursi.

Nenangin banget dengernya, aku dengerin sambil duduk di depan laptop nunggu sidang.

Bener bener bikin lebih tenang dan gak deg-degan.

Dan mba anggit pun ngingetin buat baca doa yang dia kasih pas aku exchange.

Doa itu bener bener bikin mempermudah apapun.

•••••

Alhamdulillah,

Allah maha baik.

Allah selalu baik.

Semua proses ku dipermudah sama Allah.

Semua jalan ku di lancarin karna do’a orang tua dan keluarga.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Bersyukur banget di kasih keluarga yang ga pernah nuntut apapun.

Bahkan malah selalu di sediain dan selalu dikasih apapun yang aku butuh, dan apapun yang aku mau.

Keputusan apapun yang dipilih anak-anaknya, selalu diajak diskusi dan selalu di support.

_____________

Bahkan selama proses skripsian,

Hampir setiap bulan aku selalu ke rumah dospem ku.

Rumah beliau cukup jauh dari rumah ku.

Tanggerang - Depok.

Dan orang tua ku selalu ada 24 jam untuk mengantar dan menjemput ku.

Bahkan beberapa kali aku menolak di antar karna kasian dan aku bisa nyetir sendiri.

Awalnya di izinkan untuk nyetir sendiri pp tangerang-depok.

Tapi hanya satu kali, setelah itu papah dan mamah berdalih kalau aku pasti cape banget abis bimbingan. Kasian kalau harus nyetir pulang pergi. Jadi dianter jemput aja.

Bener bener nikmat dari Allah yang Allah kasih lewat orangtua ku yang sebegitu pengertiannya sama anak-anaknya.

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Cuma bisa berucap syukur Alhamdulillah..

14 Sep - 10 Des 2020 [Skripsi? Monggo dibaca]

Aku mau sharing disini aja kali yaa perihal proses skripsi ku yg banyak banget di tanya sama orang orang.

Aku sudah menjelaskan ini ke puluhan orang dengan pertanyaan yang sama dan jawaban yang sama.

Jadi buat siapapun yang mau tau prosesnya,

Bisa baca tulisan ku kali ini.

Monggo..

•••••

Oke jadi langsung aja yaa,

Ini rangkuman dari semua pertanyaan yang kudapet dengan jenis pertanyaan yang hampir mirip.

Dimulai dari kebiasaan ku yang selalu mencatat tanggal atau hal apapun yang menurut aku penting.

Karna aku tau aku suka lupaan jadi aku selalu nulis apapun yang menurut ku perlu ditulis.

Dan menulis sudah menjadi salah satu kebiasaan ku untuk menginggat informasi apapun yang ku dapatkan.

Walau hanya tulisan coret coret dan acak bahkan tak jarang orang lain kesulitan untuk membacanya.

Namun kode kode itu membuat aku dapat menginggat dengan detail kejadian saat aku sedang menulis informasi tersebut.

•••

Yap

Kalo ditanya, kenapa aku bisa sampe sedetail ini ingat tanggal?

Salah satu jawabannya, karna aku punya catatan sendiri.

Bahkan selama skripsian aku punya satu buku dengan ukuran yg cukup besar seperti buku sketch untuk aku tulis apapun mengenai skripsian ku.

Dari awal sampai akhir.

Dan buku itu selalu menemani ku selama proses skripsian ku.

•••

Proses skripsi ku sampai akhirnya aku sidang itu selama 13 minggu 3 hari.

Atau tepatnya 3 bulan 10 hari.

__________

Inget banget pertama kali mulai nulis itu ditanggal 14 september 2020,

Dan berakhir di sidang tanggal 10 desember 2020 pukul 08.00 pagi.

__________

Selama prosesnya

Dari tanggal 14-18 september 2020 aku menyelesaikan BAB 1 ku, kemudian setelah di kumpul ke dosen pembimbing dan langsung di acc maka aku diminta untuk lanjut BAB 2.

__________

Selama proses penulisan BAB 1 dalam 1 minggu, amat sangat menguras semuanya.

Mulai dari begadang sampai pagi.

Nonstrop di depan laptop.

Bahkan bisa berjam jam berkutik di depan laptop tanpa keluar kamar.

Di kamar hanya beberapa kali pindah posisi,

Dari duduk lalu tiduran, atau dari tiduran ke posisi awal.

Keluar kamar hanya makan dan sholat.

Selebihnya semua di lakukan di dalam kamar tanpa berhenti mengerjakan skripsian.

Siklus ini terjadi bukan hanya pada BAB 1 saja,

Tetapi juga pada BAB BAB selanjutnya.

__________

BAB 2 dimulai tanggal 21-25 september 2020, seharusnya BAB 2 dikumpul pada tanggal 26 september ke dosen pembimbing, namun karna pada saat itu penulisan BAB 2 ternyata lebih rumit, maka aku blm bisa mengumpulkan BAB 2 dalam waktu 1 minggu.

Akhirnya aku berinisiatif untuk mengumpulkan ke dosen pembimbing ku dengan waktu yang terlamat namun sudah menyelesaikan BAB 2 dan BAB 3.

Tepatnya pada tanggal 30 september, pas akhir bulan, aku mengumpulkan BAB 1-3 ku.

__________

Alhamdulillah beberapa hari setelahnya,

Tapatnya pada tanggal 3 oktober 2020.

Setelah proposal TA BAB 1-3 ku di acc oleh dosen pembimbing ku, aku langsung diminta untuk daftar review.

__________

Seminggu kemudian,

Pada tanggal 12 oktober 2020, hasil review ku keluar.

Dan kemudian aku melakukan revisi sekitar 2 hari.

__________

Setelah selesai BAB 1-3.

Sekarang saatnya fokus pada penyebaran kuesioner.

Tepatnya setelah 1 bulan penyebaran kuesioner.

Mulailah saatnya merunning data.

Kemudian dimulailah pengerjaan BAB 4.

__________

Penulisan BAB 4.

Dimulai pada tanggal 16-17 november, yakni running data.

Dalam waktu 1 hari, pada tanggal 18 november aku fokus memasukan hasil running data ke dalam word yang sudah disesuaikan dengan bentuk tabel penulisan APA.

Selanjutnya di tanggal 19 november aku membaca hasil data dan menuliskan hasil analisisnya.

Kemudian di tanggal 20 november aku membuat hasil analisis secara keseluruhan dari penelitian sekaligus mengerjakan BAB 5 dan membuat abstrak.

__________

Setelah selesai mengerjakan BAB 4-5 beserta abstrak dalam waktu 1 minggu.

Selanjutnya menunggu feedback dari dosen pembimbing.

__________

Kali ini tepat pada tanggal 26 november,

Setelah menyelesaikan BAB 1-5.

Tiba tibaaaa

Dosen pembimbing ku minta untuk merubah penulisan dan beberapa macam revisi yang lumayan banyak.

Bahkan bisa dibilang seperti menulis ulang BAB 1-5.

__________

Sempet lemes,

Cape,

Kesel,

Mau marah.

Tapi ya mau gimana lagi.

Mau gak mau ya harus dijalanin.

__________

Dosen pembimbing ku minta untuk revisi dalam waktu 1 hari,

Tepatnya pada tanggal 28 november sudah harus di kumpulkan.

__________

Yang ada di pikiran ku saat itu adalah,

Bagaimana bisa?

Dengan revisi dadakan sebanyak itu,

Ditambah dengan permintaan yang berubah secara dadakan,

Terlebih seperti menulis ulang BAB 1-5.

Dan minta untuk di selesaikan dalam 1 hari?.

__________

Alhasil aku tidak bisa menyelesaikan dalam waktu 1 hari karena harus benar benar merombak ulang semua tulisan ku dari BAB 1-5.

Tepatnya tanggal 2 desember 2020 akhirnya skripsian ku selesai dan di kumpulkan ke dosen pembimbing kemudian langsung di acc oleh beliau.

__________

Pada tanggal 3 desember hasil turnitin keluar dari dosen pembimbing dan lolos hanya 11%.

Kemudian langsung lanjut disuruh untuk daftar sidang.

Tepatnya 5 desember aku daftar sidang dan melengkapi semua persyaratan.

Hanya selang beberapa hari, pada tanggal 7 desember aku mendapat pesan dari dosen pembimbingku dan sekprodi bahwa aku akan sidang di tanggal 10 desember 2020 pulul 08.00 pagi.

Rasanya campur aduk.

Kaget.

Seneng.

Takut.

Lemes.

Dan masih banyak lagi yang gabisa ditulis dengan kata kata.

__________

H-3 sidang aku belum ada persiapan apapun.

Bahkan aku baru akan membuat PPT untuk presentasi pada h-2 atau tepatnya tanggal 8 desember 2020.

Dan sampailah di akhir yakni sidang tanggal 10 desember 2020.

__________

Lanjut cerita sidang di tulisan aku yang selanjutnya yaa😉

MAY’OPINI - MAYang OPINI

Selalu percaya dengan istilah “orang baik sama kita karna ada yang dia butuhkan dari diri kita”

Baik itu + maupun -

tapi aku percaya,

gak ada satupun orang di dunia ini yang baik tanpa ada keperluan dibaliknya.

Sesimpel

“kamu dekat dengan saya, karna kamu butuh saya sebagai teman cerita mu” ini contoh positifnya

Kenapa?

Karena saya tidak merasa dirugikan dalam hal ini.

Sedangkan contoh negatifnya sangat banyak.

salah satunya saat saya memiliki perasaan “dirugikan” dalam diri saya.

Untuk apa di pertahankan saat yang satu merasa dirugikan dengan yang lain?

Bukankah hidup saling membutuhkan?

Itukan yang menjadi alasan setiap orang bersikap baik?

Bukankah hidup baiknya saling memberi manfaat?

Jika hanya kerugian yang diberi,

Untuk apa tetap bertahan?

Jangan Malu Berbuat Baik.

Ya Allah.

Sampai umurku 21 th, aku masih tidak bisa memulai percakapan dengan orang yang lebih tua hanya sekedar memberikan ucapan selamat.

Dengan dalih “malu”

Takut di cap “sok kenal” “sok deket” dan lain sebagainya.

Padahal,

Baiknya, yang lebih mudalah yang memberikan ucapan terlebih dahulu sebagai tanda menghormati.

_____

Dan aku malu,

Saat yang lebih tua, malah memberikan ucapan terlebih dahulu.

Beberapa kali hal ini terjadi pada ku.

Spontan aku merasa tidak enak.

Namun disisi lain aku merasa senang.

Senang karena seorang “aku” yang bukan siapa siapa tetapi masih diingat oleh beberapa orang yang menurut ku beliau - beliau adalah orang - orang yang penting, dengan banyak kesibukan. Namun masih menyempatkan waktu untuk memberikan ucapan secara personal dan bahkan masih menyebutkan nama ku di dalam chatnya.

_____

Dr dahlan.

Salah satu dosen terbaik di UMS,

Senang bisa kenal Dr.

Harap harap boleh jumpa kembali dengan Dr.

_____

Aku fikir.

Setelah selesai exchange dan pulang kembali ke indonesia.

Hari dimana saat mengucapkan selamat tinggal dan terimakasih sebelum meninggalkan airport KK adalah hari terakhir aku bisa berkomunikasi.

Dan setelahnya aku harus siap untuk lost contact karena kepentingan yang mempertemukan sudah selesai.

Nyatanya tidak.

Bahkan sudah hampir setahun yang lalu.

Aku masih bisa tetap berkomunikasi dengan Dr.

_____

Aku baru sadar dengan istilah “niat baik akan selalu dibalas baik”.

Aku lupa dengan hal ini.

Aku terlalu sibuk dengan hal hal yang tidak baik tentang diriku dimata orang lain.

Aku terlalu takut akan persepsi manusia,

Padahal,

aku tidak hidup dalam persepsi mereka.

Bahkan,

Seharusnya aku sadar,

Manusia tidak akan lepas dari pandangan buruk manusia lain.

Setiap orang berhak berasumsi,

Dan setiap orangpun berhak melakukan apapun tanpa harus memikirkan apa kata orang.

_____

Kembali lagi,

Kita hidup untuk Allah.

Semua diniatkan untuk Allah.

Insyaallah,

Apapun itu akan berakhir baik.

Allah maha baik,

Allah selalu baik.

Tangerang 11 mei 2020.

Aku(?)

Aku.

Aku yang paling tau diriku seutuhnya.

Cuma aku yang paling tau siapa aku sebenarnya dan seperti apa diriku.

Kata orang.

Aku adalah pribadi yang galak.

Tegas.

Kritis.

Dan sering kali tidak memikirkan perasaan orang lain karna terlalu rasional.

Bukan.

Bukan aku yang terlalu rasional.

Tapi keadaan yang membuatku menjadi diriku saat ini.

Keadaan dimana dahulu,

180’ aku yang saat ini berbeda dengan aku pada saat itu.

Saat dimana aku adalah tipe orang yang perasa.

Selalu gaenak dengan orang lain.

Terlalu mudah percaya dengan orang lain,

Sampai - sampai aku tidak bisa membela diriku sendiri saat ada orang lain yang menyakiti aku.

Yang aku bisa lakukan hanya satu,

Menangis dan memaafkan setelahnya.

Lalu,

Menjauh dari apapun yang telah menyakitiku.

Bahkan aku tidak bisa menolak orang lain karna aku tidak ingin menyakiti perasaannya.

Aku akan lebih memilih menjalani dengan terpaksa daripada aku harus melihat orang kecewa atau sedih dengan apa yang ku katakan atau lakukan.

Yaa

Sampai pada titik dimana aku tersadar bahwa apa yang ku lakukan adalah salah.

Apa yang aku lakukan, yang awalnya tujuan ku adalah tidak ingin mengecewakan orang lain, pada akhirnya malah akan mengecewakan berkali kali lipat.

Bahkan bukan hanya orang lain, tapi diriku sendiripun terkena dampaknya.

Sampai sini,

Aku memutuskan untuk berani berbicara.

Berani mengutarakan apa yang aku rasa.

Berani untuk mengeluarkan isi pikiran ku yang dahulu aku sendiri pun takut untuk mengutarakannya.

Entah

Mungkin saat ini, aku menjadi lebih rasional dan kritis.

Bahkan banyak yang menyangka kalau aku adalah tipe orang yang tidak pakai perasaan tetapi lebih mengedepankan logika.

Nyatanya,

Aku tidak 100’ berubah.

Sampai sini aku paham.

Aku hanya ingin terlihat keras di depan orang orang dengan tujuan tidak ingin mengecewakan dan di kecewakan oleh orang lain.

Namun aslinya,

Aku tetap aku yang dulu.

Tetap masih ada perasaan perasaan dahulu yang masih terbawa sampai saat ini.

Kondisi dimana aku masih selalu memikirkan perasaan orang lain,

Namun aku selalu berusaha menutupinya.

Mungkin tidak banyak yang tau bahwa aku tidak sekeras kepala itu.

Aku tetap aku yang dulu.

Yang mudah tersentuh dengan apapun yang melibatkan orang sekelilingku.

Perlu dipahami juga.

Apapun itu, aku nyaman menjadi diriku saat ini.

Karna aku tau.

Lebih baik berani mengutarakan apa yang ku mau ucapkan, daripada menahannya jika hasilnya pun akan tetap menyakitkan.

Sakit di awal lebih baik daripada hanya terlihat seakan tidak menyakitkan namun pada akhirnya malah menyakitkan berkali kali lipat untuk orang lain.

Apa yang ku pikir tidak akan menyakitkan orang lain, belum tentu hal itu benar benar tidak akan menyakiti mereka.

Aku yaa aku.

Aku masih aku yang dulu.

Aku masih tetap ingin menjadi orang baik.

Yang menyebarkan kebaikan.

Dan tidak menyakiti orang lain.

Hanya saja,

Saat ini.

Aku menerapkan cara yang berbeda.

Aku lebih nyaman jika orang lain melihat diriku sebagai aku yang keras.

Agar orang tau,

bahwa aku tidak selemah dulu.

Semester Semester Kritis

Semester 5.

Masa masa dimana kata orang adalah masa terberat.

Masa masa dimana kata orang sedang banyak banyaknya beban yang harus ditanggung.

Masa masa dimana kata orang banyak yang tidak kuat dengan realita yang terjadi.

Saat ini,

Saatnya aku di semester 5.

Yang mana kata orang, semester ini adalah ujian terberat dalam kehidupan kampus.

Kalau ditanya, apakah aku merasakan hal yang sama?

Jawaban ku tidak.

Akupun tidak tahu mengapa aku tidak begitu merasakan apa yang orang orang rasakan.

Setelah setengah perjalanan ku di semester ini.

Aku masih merasakan perasaan yang sama seperti semester semester sebelumnya.

Hanya saja,

Di semester ini beban tugas menjadi lebih berat.

Namun menurutku, masih sebanding dengan ujian dan jam kuliah yang lebih santai, walaupun saat ini aku menjadi aslab sekaligus magang.

Tetapi,

Aku menikmati semua prosesnya dan enjoy menjalani semuanya.

Di semester 5 ini.

Masa masa dimana pertama kalinya aku merasa pusing bukan dengan kegiatan akademik ku, namun dengan kegiatan non akademik ku.

Masa masa kritis dimana aku harus menanggung beban yang cukup berat di beberapa organisasi yang aku ikuti.

Masa masa dimana salah satu organisasi sudah ada di hujung periode yang sedang genting gentingnya.

Dan organisasi lain yang sedang berada di tengah tengah periode yang sedang hectic hecticnya dengan semua proker dan kegiatan.

Pusing karna pikiran ku menjadi bercabang.

Pusing karna tanggung jawab ku bertebaran di mana mana.

Dan cukup bikin sakit kepala menjalani semua kegiatan yang melelahkan batin maupun raga.

Tapi,

Aku senang.

Senang menikmati apa yang aku rasakan sekarang.

Senang menjalani semuanya karna ini pilihan ku dan inilah konsekuensinya.

Dan,

Bersyukur masih di beri kesempatan untuk menjadi manusia yang produktif.

Semester lalu,

Saat saat dimana aku merasa diriku kurang produktif karna aku dituntut untuk harus berhenti dari semua kegiatan non akademik ku dan hanya fokus pada akademik ku selama exchange.

Aku merasa jenuh.

Bosan.

Dan merasa ada yang kurang.

Bahkan,

Aku merasa harus mencari kegiatan yang dapat menyibukkan diriku selain belajar dan liburan.

Saat ini,

Walau aku merasa pusing dengan semua kegiatan ku,

Tapi aku bersyukur.

Allah masih memberikanku kesempatan seperti apa yang ku mau,

Aku di beri kesibukan dalam kehidupan kampus ku.

Bukan hanya sekedar kuliah.

Namun aku belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya dari kegiatan non akademik yang aku ikuti.

Dari situ.

Aku belajar banyak hal yang membuat ku menjadi seperti saat ini.

Bahkan dari diriku yang mudah goyah menjadi tahan banting dengan apapun yang terjadi.

“Exchangenya pun cuma malaysia, di sabah pula, masih bagusan juga disini dari pada disana”

3/3 -kupas tuntas persepsi kontra-

Ini nih yang paling greget mau ku bahas.

Yap.

Banyak yang meremehkan,

‘Ah malaysia doang’

‘Yaelah sabah doang bagusan juga disini, disana jatohnya kan pelosok dan ujung Kalimantan’

Yuhuuu,

Ku mau meluruskan,

Siapapun kalian, kalian gak bisa menilai apapun sebelum kalian merasakan sendiri.

Bagaimana mungkin, kalian bisa berkomentar akan sesuatu padahal kalian belum pernah ada disituasi tersebut?

C’mon.

Cobalah untuk jangan menjudge sebelum merasakannya sendiri.

Jangan hanya menilai karna lokasinya di ujung dan bukan di pusat malaysia yakni KL, bukan berarti univ tersebut tidak mempunyai kualitas yang baik.

Kalau dari pengalaman ku selama 1 semester di univ tersebut ‘Universiti Malaysia Sabah’ aku merasakan sistem belajar yang memang berbeda dengan di Indonesia tapi menurutku disana memiliki kualitas pengajaran yang lebih baik, mengapa?

Karna penyampaian materi yang diberikan oleh Lecture benar benar berbeda yakni berorientasi pada dunia kerja, hampir semua matakuliah selalu membahas tentang ‘apasih yang kalian butuhkan saat nanti kalian terjun di dunia kerja?’ Bahkan tidak tanggung tanggung, beberapa kelas, ada yang memang mendatangkan langsung pembicara yang memang expert di bidang yg akan dibahas. Hal ini membuat mata kita sebagai mahasiswa semakin terbuka akan dunia kerja yang akan kita geluti beberapa tahun lagi.

Bahkan kalau aku compare, apakah lebih bagus disana atau disini?

Jawaban ku cuma satu

‘Kedua duanya sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan’

[walaupun pada akhirnya, aku ternyata jatuh cinta pada sistem pengajaran disana yang menurutku sangat cocok dengan diriku].

Jika kelebihannya disana adalah sistem belajarnya yg jauh lebih baik dengan segala macam proses pembelajaran di dalam ruang kelas.

Maka kelebihan di Indonesia adalah sistem pengajaran yang banyak membuat mahasiswa terjun langsung kelapangan untuk membuktikan teori yang ada.

••

‘Exchangenya cuma malaysia, sabah pula’

Untuk kalimat ini, aku tidak terlalu menggubris. Karena menurutku, saat seseorang ingin sesuatu yang jauh maka dimulailah dari yang dekat terlebih dahulu.

Saat aku bercita cita ingin berkuliah di luar negri atau bekerja di luar negri,

Maka negara tetangga yang terdekat dapat aku jadikan sebagai batu loncatan.

Aku percaya,

Semua tidak ada yg instan.

Semua butuh proses.

Dan saat ini.

Exchange di negara tetangga,

Walau hanya malaysia,

Ya inilah prosesnya.

Kalau aku tidak exchange, mungkin suatu saat nanti aku tidak akan bisa meraih impian impian besar ku. Setidaknya, dengan exchange, aku mempunyai peluang lebih besar untuk mewujudkan impian ku keliling dunia.

Aku harap exchange ku adalah jalanku menuju mimpi mimpi besar ku.

Aamiin.

“Nanti pas balik keteter loh matakuliahnya, harus banyak ngejar”

2/3 -kupas tuntas persepsi kontra-

inilah kalimat yang banyak membuat orang menjadi bimbang akan keputusannya.

‘Emang bener ya kalo excahnge banyak matakuliah tertinggal dan kita jadi keteter?’

Jika kalimat itu terbesit dipikiran kalian atau bahkan kalian sering mendapatkan kalimat seperti itu dari orang sekeliling kalian.

Coba deh kalian pikir ulang.

....

Setiap kampus pasti punya kebijakan masing masing.

Yang akan ku bahas kali ini ialah tentang kampusku.

Univ mercu buana fakultas psikologi.

Dimana di fakultas psikologi univ ku, memiliki ketentuan jumlah sks yang dapat di tempuh di tiap semester. Biasanya total sksnya sekitar 19-20sks saja. Sedangkan untuk mahasiswa yang mempunyai IPS di atas 3,00 maka bisa mengambil sampai 24sks.

Jika ada yg bilang kalau exchange bikin kita keteter dan ketinggalan banyak mata kuliah.

Menurutku tidak.

Kenapa tidak?

Karna jika tiap semester kita selalu ambil jumlah sks full yakni 24sks, maka aku rasa kita tidak perlu khawatir akan tertinggal banyak matakuliah.

Tau kenapa?

Karena tiap semester total 19-20sks wajib kita ambil, lalu sisanya bisa kita fullkan menjadi 24sks dengan mengambil matakuliah semester selanjutnya. Berarti secara tidak langsung, kita sudah mencicil beberapa matakuliah semester atas, biasanya kita bisa ambil sekitar 1-2 matakuliah agar jumlah sks kita full 24 dalam satu semester.

Walaupun saat exchange hanya mengambil 12sks saja. Tapi menurutku sudah cukup untuk menutup jumlah sks tempuh.

Sekarang, aku akan menghitung jumlah sks tempuh yang harus ku ambil setiap semester dan di sesuaikan dengan minimal total sks tempuh untuk mengajukan sidang dan lulus :

Semester 1 : 20sks {ketentuan kampus}

Semester 2 : 23sks

Semester 3 : 23sks

Semester 4 : 12sks {student exchange}

Semester 5 : 23sks

Semester 6 : 24sks {Total 125sks bisa mengajukan skripsi di semester 7}

Semester 7 : 21sks {6sks skripsi + 15sks/5matakuliah}

Total sks tempuh semester 1-7 sudah 146sks.

Sedangkan jika mau mengajukan sidang dan lulus maka harus menyelesaikan 145sks.

Maka pointnya adalah tidak ada kata keteter ataupun harus mengejar banyak matakuliah. Karena kalian yang exchange pun tetep bisa lulus tepat waktu atau bahkan lulus cepat yakni 3,5tahun.

Avatar
Reblogged

Yap, ini merupakan satu dari sekian banyak quotes favourite ku.

Quotes yang ku dapet dari salah satu buku yang ku baca saat aku masih di bangku sekolah. Tepatnya sekitar 5 tahun yang lalu.

Kalimat ini yang bikin aku menjadi diriku sekarang.

Menjadi pribadi yang berani mengambil resiko dan keluar dari zona nyaman.

Segala sesuatu yang ingin aku lakukan, akan aku lakukan. Karna aku yakin, jika aku tidak melakukannya saat itu, kemungkinan terbesar ku di masa yg akan datang adalah penyesalan.

Dan aku,

Sudah pernah merasakan penyesalan saat dimana aku memutuskan untuk tidak berani mengambil resiko dan tantangan.

Saat aku memutuskan untuk tetap di zona nyaman.

Ternyata,

Penyesalan yg ku dapatkan.

Hanya 2 kalimat yang terlontar kan

“kenapa dulu aku gak coba ya?” Atau

“coba aja dulu mau nyoba”

Dan saat ini, aku akan terus mencoba apapun yang bisa ku coba.

Jika gagal, setidaknya aku pernah mencobanya.

Darimana kita tau kita bisa atau tidak kalau kita sendiri belum pernah mencoba hal baru?

“Ngapain sih exchange, nanti lulusnya lama loh”

1/3 -kupas tuntas persepsi kontra-

Ini nih yang mau aku lurusin, menurutku exchange sama sekali gak ngehambat untuk mahasiswa yang mau lulus cepet. Kenapa?

Karna kabar yang beredar adalah kita cuma bisa ambil sks sedikit dan kenyataannya adalah kita diperbolehkan mengambil sebanyak apapun matakuliah yang kita mau ambil, asalkan kita mampu.

Mayoritas untuk mahasiswa exchange hanya ambil sekitar 4 sampai 5 matakuliah, yang berarti sekitar 12 sampai 15sks. Angka segini memang cukup sedikit untuk sks tempuh tiap semester jika mahasiswa mau lulus cepet atau 3,5tahun.

Kenapa mahasiswa exchange cuma ambil 4 sampai 5 matakuliah saja?

Banyak hal yang dipertimbangkan, salah satunya adalah bahasa pengantar. Disana bahasa pengantarnya bahasa inggris, sedangkan kita yang ada di Indonesia biasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam kelas perkuliahan. Dan beberapa anak exchange hanya mengambil sedikit mata kuliah ialah dengan tujuan agar mahasiswa dapat lebih fokus dan diusahakan agar mereka tidak terlalu mengalami culture shock dengan perbedaan yang ada, sehingga hasil IPS dapat tetap seimbang dan tidak begitu mempengaruhi IPK mahasiswa tersebut.

Selain itu, sistem pertemuan pun berbeda. Jika di Indonesia dalam satu matakuliah langsung tatap muka selama 3 jam dalam satu minggu. Maka berbeda dengan di malaysia, mereka menggunakan sistem satu matakuliah tatap muka dibagi menjadi 2 kali dalam seminggu. 2 jam untuk kelas besar (semacam seminar) dan 1 jam untuk kelas tutor (semacam kelas kecil untuk diskusi, tugas, ataupun presentasi).

Dari ke 2 sistem kuliah diatas yang sudah dijabarkan memiliki perbedaan yang sangat jelas, maka hal inipun dijadikan sebagai pertimbangan saat menentukan jumlah matakuliah yang akan di ambil oleh mahasiswa student excahnge.

Kalau ada yang bertanya,

Apakah benar kalau ikut exchange lulusnya lama?

Jawabannya adalah belum tentu.

Jadi buat siapapun yang merasa exchange akan menghambat kalian untuk lulus cepet.

Itu salah banget.

Exchange sama sekali gak bikin kalian lulus lama,

kenapa?

Karna menurutku, exchange sama sekali ga mempengaruhi lulus cepet.

Yang mempengaruhi kalian bisa lulus cepet atau enggak ya diri kalian sendiri.

Saat kalian punya tekad untuk lulus cepet.

Aku yakin,

Siapapun bisa lulus cepet.

Bahkan anak exchange dengan sks sedikit.

Dan tidak dapat dipungkiri,

Mereka yang tidak exchange pun belum tentu akan lulus cepat.

Kenapa?

Karna tidak semua orang mau mengambil 24sks setiap semester,

Hanya orang orang yang mengambil 24sks tiap semester lah yang mempunyai peluang untuk lulus cepat.

Sekarang.

Kalian bisa lihat sekeliling kalian,

Apakah semua teman kalian memiliki tekad untuk mengambil 24sks?

Karna lulus cepat ataupun lama bukan karna exchange ataupun tidak.

Semua tergantung tekad.

Jika siapapun punya tekad dan prinsip untuk lulus cepat.

Maka insyaallah akan lulus cepat.

Inget loh ya, persepsi memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk kehidupan seseorang kedepannya. Oleh karena itu, cobalah untuk kontrol persepsi dengan selalu berpikir kritis dalam segala hal.

💫
KENAPA MEMUTUSKAN EXCHANGE?

Banyak banget pendapat pendapat orang yang ku dapet saat mereka tau aku memutuskan untuk daftar student exchange.

80% dari mereka tidak ada yang mendukung keputusan ku, bahkan mereka menyarankan ku untuk tetap tinggal dengan segala aktifitas non akademik yang ku jalani, entah kepanitiaan ataupun organisasi.

Mereka selalu berkata

“Ngapain sih exchange, nanti lulusnya lama loh”

“Nanti pas balik keteter loh matakuliahnya, harus banyak ngejar”

“Exchangenya pun cuma malaysia, di sabah pula, masih bagusan disini dari pada disana”

Diatas adalah top 3 kalimat yang selalu aku dapat dari orang orang yang tau kalau aku memutuskan akan mendaftar student exchange.

Yang memberikan masukan bukan hanya 1 / 2 orang, tapi hampir puluhan orang yang ku kenal bahkan yang tidak terlalu ku kenal pun memberikan masukan yang sama.

Yang aku binggung, hampir semua yang melontarkan kalimat kalimat diatas ialah orang orang yang belum pernah exchange.

Yang menjadi pertanyaan ku saat itu ialah, ‘bagaimana mungkin mereka semua bisa mengutarakan kalimat kalimat diatas padahal mereka sendiri belum pernah merasakan secara langsung. Ditambah dengan beberapa fakta yang ku dapat lngsung dari kakak tingkat ku yang sudah pernah exchange, mereka memberikan kesan dan pesan yang 180^ berbanding terbalik dengan apa yang orang orang itu katakan?’

Dan setelah ku cari tahu langsung kepada mereka yang sudah pernah mengikuti student exchange. Aku memutuskan, aku tidak mempedulikan omongan orang orang yang simpang siur, dan aku lebih yakin kepada mereka yang pernah mengikuti student exchange, karena mereka sudah pernah merasakan secara langsung. Sedangkan orang orang yang kontra dengan keputusan ku untuk exchange, mereka tidak pernah terjun langsung dan merasakan secara langsung apa yang terjadi.

Sampai detik ini akupun tidak tau, kenapa masih banyak persepsi seperti diatas berkembang.

Walaupun pada awalnya sempat bimbang, bahkan sampai pengumuman bahwa aku satu satunya yang lolos di angkatan ku, akupun masih bimbang. (Bimbang campur senang dan sedih, senang karna lolos, sedih karna teman teman seangkatan ku tidak ada yang lolos dan aku harus sendiri)

Sebelum ku memutuskan,

Akupun sudah berpikir matang matang dan sudah harus siap dengan segala konsekuensinya.

Keputusan apapun selalu ada konsekuensinya,

Dan aku memutuskan memilih sesuatu berdasarkan kata hatiku.

Saat aku yakin dengan keputusan ku,

Jika ditengah jalan aku mengalami hambatan,

Maka aku sendiri yang akan bangkit dan terus berjuang.

Karna itu pilihanku.

Maka aku tidak akan menyerah.

Dan aku harus siap dengan segala konsekuensinya.

Setelah kembali pulang dengan segala luka liku selama exchange,

Hanya 1 kalimat yang menggambarkan semuanya.

‘Beruntung’

Yap, aku beruntung memutuskan exchange dan tidak mendengarkan apa yang orang lain katakan tanpa fakta yang jelas.

Tuhan bukan tidak mengabulkan permintaan hamba-Nya . Tapi tuhan hanya merubah prosesnya, bukan tujuannya.

-bpk. Irfan Aulia / konseling pertamaku sesaat sebelum menjadi mahasiswa

Sepulang exchange

Marah, kesal, kecewa.

Semua campur aduk.

Saat realita tak sesuai ekspektasi.

Gatau harus gimana, dan gatau harus apa.

Cuma bisa pasrah dan percaya.

Semua terjadi karna memang kehendakNya.

Tapi,

Apakah aku salah, kalau aku memperjuangkan hak ku?

Apa aku salah, kalau aku tetep kekeh dengan keinginanku?

Apa aku salah, kalau aku tetap keras kepala berjuang sekuat ku sampai aku mendapatkan apa yang ku inginkan?

aku yakin,

Usaha tidak akan menghianati hasil.

Dan tuhan tidak akan membiarkan hambaNya berjuang tanpa mendapatkan sesuatu yang memang tepat untuk dirinya.

Akupun tidak memungkiri bahwa

Sekuat apapun aku berusaha, kalau memang tuhan tidak mentakdirkannya sesuatu untuk ku, sampai kapanpun tidak akan menjadi milikku.

Dan aku percaya.

Sesuatu terjadi karna campur tangan usaha.

Dan bukan semata mata hanya pasrah padaNya.

Tugasku.

Hanya berusaha sekuat yang ku bisa untuk mendapatkan apa yang ku inginkan.

Entah jika pada akhirnya akan menjadi milik ku ataupun tidak, ku yakin itulah yang terbaik yang tuhan berikan.

Dan aku percaya,

semua akan terjawab seiring berjalannya waktu.

Dan suatu saat,

Akan ada titik dimana aku akan bersyukur dengan semua hal yang terjadi dalam hidupku.

And now im proud to be my self.

Dulu,

3 tahun yang lalu.

Pernah terbersit dipikiranku bahwa kenapa tuhan tidak mengabulkan semua keinginanku?

Tapi nyatanya,

Tuhan sangat baik denganku.

Seiring berjalannya waktu,

Aku sadar,

Bukan tuhan yang tidak mengabulkan keinginanku, tapi tuhan hanya berubah prosesnya.

Bukan tujuannya.

Aku tetap menjadi apa yang aku inginkan.

Dan tuhan

Tetap menjadikan aku seperti yang aku minta.

Nulis.

Aku males banget nulis.

Buat ku, nulis hanya buang buang waktu.

Tapi detik ini.

Setelah hampir 20tahun,

Aku merasa bahwa nulis membuatku lebih tenang.

Aku baru sadar,

Dengan menuliskan apapun yang dirasa,

Ternyata dapat menenangkan.

Fokusku menjadi satu.

Emosiku menjadi lebih stabil.

Batinku menjadi lebih tenang.

Dengan menulis,

Membuat ku menjadi tenang jika dihadapkan dalam situasi apapun.

Saat kecewa.

Marah.

Kesal.

Sedih.

Senang.

Ataupun bahagia.

Dan

Aku dapat meluapkan segala emosi yang ku rasa, tanpa aku harus mentransfer emosi ku pada orang lain.

Karena aku yakin,

Emosi itu menular,

Dan aku

Berusaha untuk mengkeep emosi yang kurasa dan tidak menularkannya pada orang lain.

Karena cerita dengan teman terdekat bukan hal utama yang membuat jiwa tenang,

Tapi dengan menemukan kunci ketenanganlah yang membuat jiwa menjadi lebih tenang.

Setelah selesai menulis.

Entah hanya beberapa baris.

Sudah cukup menenangkan.

Membuat batin lebih damai dengan situasi apapun yang terjadi.

bahkan tidak dapat dipungkiri,

Menulis bisa untuk melupakan apapun yang dirasa.

You are using an unsupported browser and things might not work as intended. Please make sure you're using the latest version of Chrome, Firefox, Safari, or Edge.