Pinned
Oh hi,
Aku mau langsung ke intinya aja.
Banyak banget yang ngiranya “enak ya cepet bngt sidangnya”.
Ya ga salah sih,
Tapi disini aku cuma mau ngasih tau kalau dibalik semua itu banyak banget yg dilewati selama prosesnya.
Jatuh bangunnya,
Stresnya,
Tekanannya,
Bebannya,
Dan semua muanya.
Berkali kali lipet.
•••
Semua butuh proses yang amat sangat panjang.
Dengan semua beban dan tekanan yang ada.
Efek terparah bikin lemes dan ga napsu ngapa ngapain.
Ngobrol sama orang aja bawaannya cape.
Cuma mau diem buat balikin energi lg setelah kekuras abis abisan.
•••
Tapi intinya, kuncinya cuma satu “punya tujuan”.
Ya kalau dibilang ngoyo,
ya ga ngoyo ngoyo banget.
Lebih ke jalanin tp tetep ada tujuan.
Untuk proses yang kali ini,
Sering banget beberapa kali melenceng dr tujuan awal.
Dan beberapa kali kalo udh melenceng, berusaha untuk balikin ke tujuan awal biar akhirnya sesuai tujuan.
Dan Allah maha baik, pada akhirnya tenyata semua sampai di tujuan awal yg ku buat.
Walaupun dengan semua rintangan yang harus dilewatin.
•••
Disini aku baru paham,
Bahwa selama ini apapun yang aku lakukan, aku selalu “punya tujuan”.
Kalau ditanya targetnya apa? Binggung mau jawab apa.
Pasti ujung ujungnya jawaban ku yaa “jalanin aja”.
“Jalanin aja” versi ku bukan berarti jalanin tanpa tujuan.
Dari awal, apapun keputusan yang ku lakukan adalah aku punya tujuan.
Kalaupun selama prosesnya beberapa kali melenceng,
Tp karna aku punya tujuan,
Aku akan berusaha meluruskannya kembali sesuai dengan tujuan awal ku.
•••
Target?
Ga semua hal yg aku lakuin pakai target.
Karna menurut ku dibeberapa hal “punya tujuan” disetiap keputusan yang ku buat sudah cukup membantu ku memahami apa yang akan aku lakukan kedepan.
•••
Punya target bagus,
Tapi gasemua hal yang dilakuin harus sesuai target.
Aku lebih nyaman melakukan sesuatu cukup dengan “punya tujuan”.
Dan di beberapa kesempatan jika memungkinkan baru aku akan pakai target.
Dengan begitu aku bisa sedikit flexible selama prosesnya.
Kalaupun selama proses ada yg tidak sesuai, maka aku bisa meluruskannya kembali ke “tujuan awal”.
•••
Jika pada akhirnya “tujuan” ku tidak sesuai dengan “tujuan” awal ku.
Tak apa.
Yang terpenting selama prosesnya aku sudah berusaha melakukan sesuai dengan tujuan awal ku.
•••
Jika ada istilah “hidup harus punya target”.
Menurut ku ini ga salah.
Tapi,
Untuk diriku pribadi,
Ada beberapa hal yang mengharuskan aku memiliki target.
Dan ada beberapa hal yang bisa ku lakukan hanya dengan “punya tujuan”.
•••
Hidup tidak selamanya untuk mengejar target.
Tapi hidup harus “punya tujuan” di setiap keputusan.
Target adalah bonus setelah “punya tujuan” dan yakin akan hal yang akan aku lakukan.
•••
Karna menurut ku,
Target bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan jika seseorang tidak bisa menyesuaikannya.

