17/04/2018
Nasir Widha Setyanto
Rio Prasetyo Lukodono
Acceptance Sampling (AS)
Berkaitan dengan pemeriksaan dan
pengambilan keputusan tentang produk :
ü yang datang (dari supplier)
ü yang dihasilkan perusahaan
Dapat dilakukan untuk data atribut dan
data variabel
1
17/04/2018
AS untuk data atribut dan
variabel
Data atribut à mengklasifikasikan produk terkait
produk baik dan produk cacat
Data variabel à karakteristik kualitas ditunjukkan
dalam setiap sampel à dilakukan penghitungan
rata-rata sampel dan deviasi standar sampel. Bila
rata-rata sampel berada di luar jangkauan
penerimaan, maka produk tersebut akan ditolak
Keuntungan dan Kerugian
Sampling
Keuntungan
Lebih murah
Dapat meminimalkan kerusakan
Dapat memotivasi pemasok bila ada penolakan
bahan baku
Kerugian
Adanya risiko menerima produk cacat atau
menolak produk baik
Sedikitnya informasi mengenai produk
Membutuhkan perencanaan dan
pendokumentasian prosedur pengambilan sampel
Tidak adanya jaminan mengenai sejumlah produk
tertentu yang akan memenuhi spesifikasi.
2
17/04/2018
Pertimbangan dilakukannya
Acceptance Sampling
a. Pengujian yang dapat merusakkan produk
b. Biaya inspeksi yang sangat tinggi
c. 100% inspeksi yang dilakukan memerlukan waktu
yang lama
d. Pemasok memiliki kinerja yang baik tetapi beberapa
tindakan pengecekan tetap harus dilaksanakan
e. Merupakan tanggungjawab perusahaan terhadap
produk yang dihasilkannya
f. Biaya untuk inspeksi 100% tinggi
DUA JENIS PENGUJIAN
Sebelum pengiriman produk akhir ke
pelanggan à oleh produsen (the
producer test the lot for outgoing quality)
Setelah pengiriman produk akhir ke
pelanggan à oleh konsumen (the
consumer test the lot for incoming quality)
3
17/04/2018
Pertimbangan sebelum
dilakukan sampling (inspeksi)
Homogen : Diproduksi oleh mesin yang
sama, operator yang sama, bahan baku
umum, kira-kira waktu yang sama à
pengujian menjadi lebih tepat
Lot besar lebih baik daripada lot kecil à
lebih ekonomis
Acak à semua produk yang ada
mempunyai kesempatan yang sama
untuk dipilih sebagai sampel (tidak terjadi
bias)
Teknik Pengambilan Sampel
1. Sampel Tunggal (single sampling)
Satu sampel diambil dari lot dan diputuskan untuk menerima atau menolak
lot dasarkan hasil inspeksi sampel tersebut. Didefinisikan, ukuran lot N,
ukuran sampel n dan jumlah penerimaan c.
Contoh:
N = 9000 n = 300 c = 2
artinya:
lot dengan ukuran 9000 unit, harus diinspeksi sebanyak 300 unit.
- Jika dari 300 unit tersebut terdapat dua unit atau kurang yang tidak
sesuai, maka lot tersebut diterima.
- Jika dari 300 unit tersebut terdapat tiga unit atau lebih yang tidak
sesuai, maka lot tersebut ditolak.
4
17/04/2018
Teknik Pengambilan Sampel(2)
2. Sampel Ganda (double sampling)
Pada rencana sampel ganda, keputusan terhadap
hasil inspeksi dapat berupa:
a. Menerima lot
b. Menolak lot
c. Mengambil sampel berikutnya
Kualitas bagus Lot diterima Sampel kedua
Tidak diperlukan
Kualitas buruk Lot ditolak Sampel kedua
Tidak diperlukan
Jika tingkat kualitas tidak terlalu baik atau tidak terlalu buruk.
Maka diambil sampel ke dua
Teknik Pengambilan Sampel(3)
Rencana sampel ganda didefinisikan sebagai berikut:
N = ukuran lot
n1 = ukuran sampel pada sampel pertama
c1 = jumlah penerimaan pada sampel pertama
r1 = jumlah penolakan untuk sampel pertama
n2 = ukuran sampel pada sampel kedua
c2 = jumlah penerimaan untuk kedua sampel
r2 = jumlah penolakan untuk kedua sampel
5
17/04/2018
6
17/04/2018
Indeks Kualitas(1)
Ada beberapa indeks kualitas yang dapat digunakan dalam
Acceptance Sampling, yaitu
[Link] – Acceptance Quality Level – tingkat kualitas menurut
produsen
merupakan proporsi maksimum dari cacat atau kesalahan
yang diperbolehkan
merupakan persentase maksimum ketidaksesuaian atau
banyaknya ketidaksesuaian maksimum setiap
100 unit produk
Indeks Kualitas(2)
Resiko produsen adalah resiko yang diterima
produsen karena menolak produk yang baik
dalam inspeksinya (α)
Dengan kata lain, produsen menginginkan
probabilitas penerimaan (Pa) dekat dengan 1.
Probabilitas kesalahan tipe I (risiko produsen)
=1-Pa, biasanya hanya sekitar 0.05 atau 0.01
dengan nilai AQL mendekati 0
7
17/04/2018
Indeks Kualitas(3)
2. LQL – Limiting Quality Level – tingkat kualitas menurut
konsumen
Merupakan kualitas ketidakpuasan atau merupakan tingkat
penolakan, probabilitas penerimaan LQL harus rendah.
Probabilitas tersebut dikenal dengan risiko konsumen (β) atau
kesalahan tipe II
Risiko konsumen adalah risiko yang dialami konsumen
karena terpaksa menerima produk yang cacat atau yang
tidak sesuai.
Indeks Kualitas(4)
Risiko konsumen merupakan probabilitas akan menerima
produk pada tingkat LQL.
Probabilitas kesalahan tipe II =β , menunjukkan
probabilitas penerimaan konsumen terhadap produk cacat.
LQL sering disebut dengan LTPD – lot tolerance percent
defective atau RQL – rejectable quality level
8
17/04/2018
Indeks Kualitas(5)
3. IQL – Indifference Quality Level – tingkat kualitas diantara
AQL dan LQL
Diartikan sebagai tingkat kualitas pada probabilitas
penerimaan 0,5 untuk rencana sampel tertentu.
Menekankan pada pemasok internal dan eksternal
bahwa semua produk yang diserahkan untuk
diinspeksi diharapkan dapat memenuhi spesifikasi
Indeks Kualitas(6)
[Link] – Average Outgoing Quality Level
Suatu perkiraan hubungan yang berada diantara bagian
kesalahan pada produk sebelum inspeksi (incoming
quality) atau p dari bagian sisa kesalahan setelah inspeksi
(outgoing quality)
Apabila incoming quality baik, maka outgoing quality juga
harus baik. Sebaliknya, bila incoming quality buruk, maka
outgoing quality akan tetap baik (dengan asumsi tidak ada
kesalahan dalam inspeksi)
Incoming quality sangat baik atau sangat buruk, outgoing
quality akan cenderung baik. Diantara kedua titik tersebut
terdapat suatu titik dimana persentase kesalahan dari
produk yang selesai dibuat (outgoing material) akan
maksimum
9
17/04/2018
Karakteristik Acceptance Sampling
Indeks (AQL, AOQL, dsb) yang digunakan untuk
menentukan kualitas harus berdasarkan
kebutuhan konsumen dan produsen
Risiko dalam pengambilan sample harus
diketahui secara kuantitatif (kurva OC)
Pemeriksaan harus meminimalkan biaya inspeksi
Perencanaan harus menggunakan
pengetahuan
Perencanaan harus fleksibel
Pengukuran yang diperlukan dalam
perencanaan harus memberikan informasi yang
bermanfaat
Perencanaan harus sederhana
Pengukuran Untuk Evaluasi Kinerja
Sample
Kurva OC (Operating Characteristic
Curve)
Kurva AOQ (Average Outgoing Quality)
Kurva ATI (Average Total Inspection Curve)
Kurva ASN (Average Sample Number
Curve)
10
17/04/2018
Operating Characteristic (OC)
Curve
OC curve merupakan kurva probabilitas penerimaan
terhadap produk yang dihasilkan. Untuk menggambarkan
kurva ini diperlukan rumus Pa=P(d≤c)
Keterangan:
Pa adalah probabilitas penerimaan
c adalah cacat produk yang disyaratkan
d adalah jumlah cacat yang terjadi
Kurva ini dilakukan dengan mencari hubungan antara
probabilitas penerimaan (Pa) dengan bagian kesalahan
dalam produk yang dihasilkan (p)
Rumus Perhitungan
𝑃𝑎=𝑃(𝑑≤𝑐)
𝑃𝑎=∑𝑑=0↑𝑐▒𝑛!/𝑑!(𝑛−𝑑)! 𝑃↑𝑑 (1−𝑝)↑𝑛−𝑑
Perhitungan probabilitas penerimaan dapat
digunakan tabel distribusi poisson
Probabilitas Probabilitas
Penerimaan (Pa) Penerimaan (Pa)
1 1
Po Proporsi
Kesalahan (P) Po Proporsi
Kesalahan (P)
11
17/04/2018
12
17/04/2018
Contoh
Diketahui N=2000, n=50, c=2
Proporsi Kesalahan np Probabilitas
Penerimaan
0,01 0,5 0,986
0,02 1 0,92
0,03 1,5 0,809
0,04 2 0,677
0,05 2,5 0,544
0,06 3 0,423
0,07 3,5 0,321
0,08 4 0,238
0,09 4,5 0,174
0,1 5 0,125
0,11 5,5 0,088
0,12 6 0,062
0,13 6,5 0,043
0,14 7 0,03
0,15 7,5 0,02
13
17/04/2018
Pa
1.2
0.8
Pa
0.6
Pa
0.4
0.2
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
P
Contoh:
N = 3000 n = 89 c = 2
Stage 1:
1. diasumsikan 100 P0 = 1%
2. Nilai np0 = (89)(0.01) = 0.9
3. Lihat tabel poisson untuk c = 2 dan np0 = 0.9, maka
diperoleh nilai Pa = 0.938
Stage 2:
1. diasumsikan 100 P0 = 2%
2. Nilai np0 = (89)(0.02) = 1.8
3. Lihat tabel poisson untuk c = 2 dan np0 = 1.8, maka
diperoleh nilai Pa = 0.731
14
17/04/2018
Contoh
Untuk p = 0,01, n=89 dan c =2
=0,938
15
17/04/2018
Operating Characteristic (OC)
Curve
Denganperhitungan yang sama, maka akan
diperoleh tabel sebagai berikut:
16
17/04/2018
Rectifying Inspection
Pada program penerimaan sampel
biasanya terdapat tindakan perbaikan untuk
lot yang ditolak.
Biasanya dilakukan inspeksi 100% terhadap
lot yang ditolak.
Unit-unit yang ditemukan memiliki
ketidaksesuaian spesifikasi akan dikembalikan
ke vendor, atau dilakukan pengerjaan ulang
(rework) atau diganti dengan persediaan yang
bagus, kegiatan ini disebut Rectifying Inspection
Program (mengkoreksi hasil inspeksi).
17
17/04/2018
Average Outgoing Quality
Average Outgoing Quality (AOQ) merupakan
salah satu teknik evaluasi untuk memperbaiki
perencanaan pengambilan sampel.
Untuk membuat kurva AOQ dapat digunakan
tabel kurva OC dengan menambahkan kolom
AOQ.
Pada AOQ diasumsikan bahwa lot yang
ditolak akan diperbaiki atau ditukar dengan unit
yang 100% bagus
AOQ diformulasikan sebagai berikut:
AOQ = (100p0)(pa)
Average Outgoing Quality
Contoh:
Menggunakan contoh yang sama
dengan contoh soal pada kurva OC,
maka diperoleh tabel berikut ini:
18
17/04/2018
Average Outgoing Quality
Analisis kurva :
Ketika incoming Quality memiliki prosentase
noncorforming sebesar 2%, maka persentase
nonconforming pada AOQ sebesar 1.46%. Ketika
incoming quality memiliki persentase
nonconforming sebesar 6%, maka
persentase nonconforming pada AOQ
sebesar 0.64%
Hal tersebut karena dilakukan perbaikan pada
lot yang ditolak, sehingga nilai AOQ selalu
lebih baik dari incoming quality.
Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh suatu
batasan maksimum yang menunjukkan
kemungkinan terburuk rata- rata kualitas yang
dihasilkan, titik tersebut disebut Average
Outgoing Quality Limit (AOQL)
19
17/04/2018
Average Total Inspection(1)
Average Total Inspection (ATI) juga
merupakan salah satu teknik
evaluasi untuk rencana
pengambilan sampel.
ATI menunjukkan banyaknya unit yang
diinspeksi oleh konsumen dan produsen.
Teknik ini mengasumsikan bahwa lot yang
dikoreksi, akan diinspeksi 100%.
Average Total Inspection(2)
Jika lot yang datang tidak mengandung unit-unit yang cacat,
maka tidak akan ada lot yang ditolak, sehingga jumlah
inspeksi untuk setiap lot sebanyak ukuran sampel n.
Jika seluruh unit cacat, maka lot yang datang akan diinspeksi
100% dan jumlah unit yang akan diperiksa sebanyak ukuran lot
N.
Jika kualitas lot berada pada 0 < P < 1, maka rata-rata jumlah
unit yang diinspeksi akan bervariasi antara n hingga N.
Formulasi ATI untuk single sampling
ATI = n + (1 - Pa)(N – n)
20
17/04/2018
Average Total Inspection(1)
Berdasarkan kurva, ketika kualitas proses
mendekati 0% untuk nonconforming, maka
rata-rata jumlah yang diinspeksi
mendekati ukuran sampel n. ketika kualitas
proses sangat buruk, misalnya, 9%
nonconcorming, maka akan banyak lot
yang akan ditolak. Bentuk kurva ATI akan
membentuk asimtot.
Ketika persentasi nonconforming meningkat,
kurva akan didominasi oleh jumlah yang
diinspeksi produsen.
21
17/04/2018
Average Total Inspection(1)
Berdasarkan kurva, ketika kualitas proses
mendekati 0% untuk nonconforming, maka
rata-rata jumlah yang diinspeksi
mendekati ukuran sampel n. ketika kualitas
proses sangat buruk, misalnya, 9%
nonconcorming, maka akan banyak lot
yang akan ditolak. Bentuk kurva ATI akan
membentuk asimtot.
Ketika persentasi nonconforming meningkat,
kurva akan didominasi oleh jumlah yang
diinspeksi produsen.
2. Double sampling plan
1. Ambil sampel yang pertama. Apabila
keputusannya jelas, diterima atau ditolak
maka proses pengambilan dan pengujian
sampel berhenti.
2. Apabila tidak jelas keputusannya, maka
diambil sampel yang kedua tanpa ada
pengembalian atau perbaikan dari
sampel pertama.
22
17/04/2018
2. Double sampling plan
n1 à sampel pertama yang diambil
n2 à sampel kedua yang diambil tanpa
ada pengembalian dari sampel pertama
c1 à cacat yang disyaratkan dari sampel
pertama
c2 à cacat yang disyaratkan dari kedua
sampel (sampel pertama dan kedua)
n1=50, c1=1
n2=100, c2=3
Inspect a random sample
of n1 = 50 from the lot
d1 = number of
observed defectives
d1≤c1=1 d1>c2=3 Reject
Accept
the lot c1<d1 ≤ c2 the lot
1<d1 ≤ 3
Inspect a random sample
of n2 = 100 from the lot
d2 = number of
observed defectives
Accept d1+d2 ≤ c2=3 d1+d2>c2=3 Reject
the lot the lot
23
17/04/2018
2. Double sampling plan
Keuntungan
Dapat mengurangi jumlah inspeksi
Memberikan kesempatan kedua kepada
supplier
Kekurangan
Bila
inspeksi tidak dengan teliti, keuntungan
ekonomis akan hilang
Pencatatan lebih rumit.
Operating Characteristic (OC)
Curve
OC curve merupakan kurva probabilitas penerimaan
terhadap produk yang dihasilkan. Untuk menggambarkan
kurva ini diperlukan rumus Pa=P(d≤c)
Keterangan:
Pa adalah probabilitas penerimaan
c adalah cacat produk yang disyaratkan
d adalah jumlah cacat yang terjadi
Kurva ini dilakukan dengan mencari hubungan antara
probabilitas penerimaan (Pa) dengan bagian kesalahan
dalam produk yang dihasilkan (p)
24
17/04/2018
Rumus Perhitungan
𝑃𝑎=𝑃(𝑑≤𝑐)
𝑃𝑎=∑𝑑=0↑𝑐▒𝑛!/𝑑!(𝑛−𝑑)! 𝑃↑𝑑 (1−𝑝)↑𝑛−𝑑
Perhitungan probabilitas penerimaan dapat
digunakan tabel distribusi poisson
Probabilitas Probabilitas
Penerimaan (Pa) Penerimaan (Pa)
1 1
Po Proporsi
Kesalahan (P) Po Proporsi
Kesalahan (P)
25
17/04/2018
26
17/04/2018
Kurva OC (Operating
Characteristic)
P a = probabilitas penerimaan pada
sampel gabungan
P a I = probabilitas penerimaan pada
sampel pertama
P a II = Probabilitas penerimaan pada
sampel kedua
P a = P a I + P a II
Kurva OC - Contoh
n1=50 c1=1
n2=100 c2=3
Bila p = 0,05 maka fraksi produk cacat dari lot
adalah
27
17/04/2018
Kurva OC - Contoh
Sampel kedua hanya akan diambil bila ada 2 atau 3
yg cacat pada sampel pertama yaitu bila
1. d1=2 dan d2=0 atau 1. Probabilitas penerimaan
c1<d1 ≤ c2
Kurva OC - Contoh
2. d1=3 dan d2=[Link] penerimaan :
3. Probabilitas penerimaan pada sampel kedua
adalah
28
17/04/2018
Kurva OC - Contoh
Dengan cara perhitungan yg sama untuk p yang lain, dapat
digambarkan kurva OC sbb :
Kurva ASN (Average Sample
Number)
ASN adalah rata-rata banyaknya unit yang
diuji untuk membuat suatu keputusan
Asumsinya inspeksi tidak hanya dibatasi pada
sample tunggal
29
17/04/2018
Kurva ASN (Average Sample
Number)
Contoh
Jika terdapat 3 kesalahan setelah 20 unit untuk diinspeksi
dengan perencanaan sample tunggal dimana N = 800,
n= 60 dan c=2, meskipun keputusan diambil setelah unit
inspeksi ke 20 untuk menolak produk tersebut bagaimana
tindakan kita selanjutnya?
Kurva ASN (Average Sample
Number)
Untuk sample tunggal maka ukuran jumlah sample
rata-rata adalah sama dengan ukuran sample
Untuk sample ganda jumlah sample rata-rata
dirumuskan dengan:
ASN = n1P1 + (n1 + n2)(1 – P1)
= n1 + n2(1 – P1)
dimana P1 = PaI + PrI
PaI = probabilitas lot diterima pada sampel pertama
PrI = probabilitas lot ditolak pada sampel pertama
P1 = probabilitas yg digunakan untuk membuat
keputusan l lot pada sampel pertama
P1 = P(produk yang diterima pada sample pertama)
+P(produk yang ditolak pada sample pertama)
= P(d≤c1)+P(d≥r1)
30
17/04/2018
Contoh Studi Kasus
Diketahui
N = 3000 c1 = 1
n1 = 40 n2 = 80
c2 = 3 r1 = 4
r2 = 4
Misal nilai proporsi kerusakan 0,02 maka
tentukan nilai ASN?
P1 = P(d≤c1)+P(d≥r1)
P1 = P(d≤1|n1p=40(0,02))+P(x≥4|n1p=40(0,02))
P1 = P(d≤1|n1p=0,8)+P(x≥4|n1p=0,8))
P1 = 0,808+(1-0,991)
P1 = 0,817
ASN = n1+n2(1-P1)
ASN = 40+80(1-0,817)
ASN = 54,64
31
17/04/2018
Contoh Studi Kasus
Diketahui
N = 3000 unit n1 = 40 unit c1 = 1 r1 = 4
n2 = 80 unit c2 = 3 r2 = 4
Probabilitas Banyaknya sample rata-
proporsi
penerimaan rata
0.01 0.939 44.88
0.02 0.818 54.56
0.03 0.697 64.24
0.04 0.604 71.68
0.05 0.549 76.08
0.06 0.529 77.68
0.07 0.539 76.88
0.08 0.568 74.58
0.09 0.61 71.2
0.1 0.671 66.32
0.11 0.712 63.04
0.12 0.753 59.76
0.13 0.794 56.48
0.14 0.83 53.6
0.15 0.866 50.72
32
17/04/2018
Kurva ASN (Average Sample
Number)
3. Multiple sampling plan
Serupa dengan double sampling
plan, hanya saja sampel yang
diinspeksi lebih dari sampel kedua
Lebih kompleks
Comulative dalam pencatatan
Acceptance Rejection
sampling plan Number Number
Misal untuk 5 kali pengambilan
20 0 3
sampel 40 1 4
60 3 5
80 5 7
100 8 9
33
17/04/2018
4. Sequential sampling plan
Keuntungan
jumlah rata-rata sampel akan lebih
rendah daripada single sampling atau
double sampling
Kekurangan
meningkatnya kompleksitas
4. Sequential sampling plan
Mengambil sampel yang pertama dan
berlanjut sampai keputusan dibuat
Bila ukuran sampel yang diperiksa setiap
tingkat lebih dari 1 à group sequential
sampling
Bila ukuran sampel yang diperiksa setiap
tingkat adalah 1 à item by item
sequential sampling
34
17/04/2018
4. Sequential sampling plan
Garis produk di
terima
Garis produk di tolak
4. Sequential sampling plan
Contoh untuk :
p1 = 0.01
α = 0.05,
p2 = 0.06
β = 0.10
Limit lines :
XA = -1.22 +
0.028n
(diterima)
XR = 1.57 +
0.028n
(ditolak)
35
17/04/2018
4. Sequential sampling plan
4. Sequential sampling plan
the first opportunity to accept
-1.22 + .028n > 0
n > 43.57 à 44
the first opportunity to reject
For n = 1, 1.57 +.028 = 1.598 > 1
For n = 2, 1.57 + .056 = 1.626 < 2 à 2
Misal untuk n = 45 maka
36
17/04/2018
4. Sequential sampling plan
• Bila terdapat
dalam garis
penerimaan dan
penolakan maka
sampel yang lain
akan diambil
• Bila terdapat pada
garis penolakan
atau diatasnya
maka lot ditolak
• Bila terdapat pada
garis penerimaan
atau dibawahnya
maka lot diterima
37